KISAH TUKANG KAYU DAN MALAIKAT DI ALAM KUBUR
Di sebuah negeri ada seorang yang sangat kaya raya yang di usia senjanya dia mengalami ketakunan untuk menghadapi kematian dan tinggal di liang kubur.
.
Akhirnya si saudagar ini mengumpulkan anak - anaknya dan bertanya, " anakku, usia bapak sudah sangat tua, sepertinya bapak tidak lama lagi akan meninggal,bapak sangat takut sendirian di dalam kubur. di antara kalian adakah yang menemani bapak selama 40 hari di dalam kubur, sebagai imbalannya bapak akan berikan separuh kekakayaan bapak untuk yang bersedia". suasana menjadi hening sejenak, tak satupun dari keempat anaknya yang memberikan tanggapan. akhirnya sadarlah si bapak bahwa tidak seorangpun dari ke empat anaknya yang bersedia menemaninya di dalam kubur.
.
beberapa waktu kemudian,si saudagar ini memanggil saudara saudaranya dan diberikan tawaran yang sama dan secara kompak saudaranya menolak tawaran tersebut dengan alasan"hanya orang gila yang mau menemani mayat di dalam kubur". bahkan dibayar dengan seluruh kekayaannya pun mereka tak sudi menemani di dalam kubur selama 40 malam.
.
beberapa waktu kemudian, saudagar kaya itu akhirnya meninggal dunia, keluarga besarnya membuatkan kuburan yang lapang dan sambil terus menyebar saembara untuk siapa saja yang bersedia menemani si saudagar di dalam kubur selama 40 hari maka akan mendapatkan hadiah setengah dari kekayaan saudagar tersebut. sampai saat ini belum ada satu pun warga yang bersedia.
.
kabar saembara tersebut sampailah ke telinga keluarga penebang kayu yang berada jauh dari keramaian kota.
istri :" bang, kau selama ini bekerja dari pagi sampai malam, kau tak takut singa, hantu kuntilanak dan hewan buas lainnya".
suami :" maksud kau apa dek?, abang hanya punya kemampuan menebang kayu, jadi merasa sulit untuk keluar dari profesi ini".
setelah diceritakan tentang pengumuman dari keluarga saudar kaya tersebut, si tukang kayu bersedia untuk menemani si mayat selama 40 hari di dalam kubur. berbekal kapak kesayangan akhirnya si tukang kayu tersebut berangkat ke kota.
.
malam pertama di alam kubur, datanglah dua orang malaikat, si tukang kayu merasa ketakutan, lalu memutuskan untuk sembunyi di balik perabotan yang ada di dalam kubur. dan anehnya, malaikat tidak menghampiri si mayat, yang dihampiri malah si tukang kayu tersebut lalu terjadilah dialog antara malaikat dan si tukang kayu dan malaikat
malaikat :" hei kamu siapa?"
t.kayu :" saya tukang kayu malaikat"
malaikat :" yang ditanganmu itu apa"
t. kayu :" kapak malaikat, saya gunakan untuk bekerja"
malaikat :" bagaimana kau mendapatkan kapak itu"
t. kayu :" saya beli di pasar malaikat"
malaikat :" darimana kau dapat duit untuk membelinya?"
t. kayu :" dari hasil jual kayu bakar malaikat"
..
kemudian malaikat tersebut meninggalkan si tukang kayu tersebut yang bercucuran keringat karena rasa takut. beberapa waktu kemudian, malaikat datang lagi, dan lagi lagi yang didatangi adalah si tukang kayu tersebut
malaikat :” dari mana kau dapat kayu yang kau tebang?”
t. kayu :” dari hutan malaikat”
malaikat : “ itu kayu milik siapa?”
t. kayu :”mana ku tau malaikat, kayu – kayu itu tumbuh begitu saja di tengah hutan, karena ga ada yang punya, ya aku tebang saja dan dijual kepasar”
Malaikat mengakhiri pertanyaan, lalu meninggalkan pemuda tersebut. Beberapa waktu kemudian, malaikat tersebut datang lagi dan menemui pemuda tukan kayu tersebut :
Malaikat :”apa yang kamu lakukan dengan kayu yang telah kau tebang itu?”
T. kayu : “ saya jadikan kayu bakar lalu saya jual”
Malaikat :” apakah kau telah mengikat kayu bakarmu dengan ikatan yang sama tanpa mengurangi sedikitpun ukuran dan jumlahnya?”
t. kayu :” ya ampun, mana ku tau malaikat, ga mungkin lah aku bisa membuat ikatannya persis sama 100 %”
malaikat :” lalu uang hasil jual kayu bakar kau gunakan untuk apa?”
t. kayu : “ saya gunakan untuk memberi makan anak istri saya malaikat”
malaikat tersebut meninggalkan pemuda tukang kayu tersebut. Pada hari ke 39 si tukang kayu merasa sangat tertekan, karena pertanyaan seputar kapak belum juga selesai,dia bergumam dalam hati “ ini baru urasan kapak, sudah hampir 40 hari belum ada tanda tanda akan selesai pertanyaan seputar kapak, trus bagaimana dengan tangan, kaki, harta dan seterusnya”. Akhirnya, si puda tukang kayu tersebut memutuskan untuk kabur dari dalam kubur sebelum malaikat datang lagi dengan pertanyaan masih seputar kapak.
Di luar kuburan sudah ramai orang menanti ingin menyaksikan pemuda tukang kayu menjadi seorang yang kaya raya secara mendadak. Tapi penduduk setempat merasa heran dengan pemuda tersebut, mengapa dia meninggalkan kuburan padahal Cuma tinggal sehari saja di dalam kubur setelah itu dia akan jadi orang kaya raya. Salah seorang diantara mereka menanyai pemuda si tKan kayu tersebut:
Warga:” lho bukannya tinggal sehari lagi, mengapa kau tidak sabar menunggunya, bukankah kau akan jadi orang kaya raya?”
.
t. kayu :” saya ga mau, ternyata di alam kubur urusan KAPAK saja panjangnya minta ampun, apalagi urusan harta dan sebagainya. Saya lebih baik hidup apa adanya daripada dibuat pusing dengan banyaknya pertanyaan yang harus saya jawab”. Ujar pemuda tersebut
ahirnya warga mulai menyadarai bahwa harta dunia, dan apa saja yang ada pada diri kita akan dimintai pertanggungjawannya di akhirat kelas, dan tak satupun yang terlewatan.
.............
Hikmah:
Pergunakanlah apa yang kita miliki saat ini untuk mendekatkan kita pada Allah, baik itu harta, jabatan, anggota badan, usia dsb.
.
Akhirnya si saudagar ini mengumpulkan anak - anaknya dan bertanya, " anakku, usia bapak sudah sangat tua, sepertinya bapak tidak lama lagi akan meninggal,bapak sangat takut sendirian di dalam kubur. di antara kalian adakah yang menemani bapak selama 40 hari di dalam kubur, sebagai imbalannya bapak akan berikan separuh kekakayaan bapak untuk yang bersedia". suasana menjadi hening sejenak, tak satupun dari keempat anaknya yang memberikan tanggapan. akhirnya sadarlah si bapak bahwa tidak seorangpun dari ke empat anaknya yang bersedia menemaninya di dalam kubur.
.
beberapa waktu kemudian,si saudagar ini memanggil saudara saudaranya dan diberikan tawaran yang sama dan secara kompak saudaranya menolak tawaran tersebut dengan alasan"hanya orang gila yang mau menemani mayat di dalam kubur". bahkan dibayar dengan seluruh kekayaannya pun mereka tak sudi menemani di dalam kubur selama 40 malam.
.
beberapa waktu kemudian, saudagar kaya itu akhirnya meninggal dunia, keluarga besarnya membuatkan kuburan yang lapang dan sambil terus menyebar saembara untuk siapa saja yang bersedia menemani si saudagar di dalam kubur selama 40 hari maka akan mendapatkan hadiah setengah dari kekayaan saudagar tersebut. sampai saat ini belum ada satu pun warga yang bersedia.
.
kabar saembara tersebut sampailah ke telinga keluarga penebang kayu yang berada jauh dari keramaian kota.
istri :" bang, kau selama ini bekerja dari pagi sampai malam, kau tak takut singa, hantu kuntilanak dan hewan buas lainnya".
suami :" maksud kau apa dek?, abang hanya punya kemampuan menebang kayu, jadi merasa sulit untuk keluar dari profesi ini".
setelah diceritakan tentang pengumuman dari keluarga saudar kaya tersebut, si tukang kayu bersedia untuk menemani si mayat selama 40 hari di dalam kubur. berbekal kapak kesayangan akhirnya si tukang kayu tersebut berangkat ke kota.
.
malam pertama di alam kubur, datanglah dua orang malaikat, si tukang kayu merasa ketakutan, lalu memutuskan untuk sembunyi di balik perabotan yang ada di dalam kubur. dan anehnya, malaikat tidak menghampiri si mayat, yang dihampiri malah si tukang kayu tersebut lalu terjadilah dialog antara malaikat dan si tukang kayu dan malaikat
malaikat :" hei kamu siapa?"
t.kayu :" saya tukang kayu malaikat"
malaikat :" yang ditanganmu itu apa"
t. kayu :" kapak malaikat, saya gunakan untuk bekerja"
malaikat :" bagaimana kau mendapatkan kapak itu"
t. kayu :" saya beli di pasar malaikat"
malaikat :" darimana kau dapat duit untuk membelinya?"
t. kayu :" dari hasil jual kayu bakar malaikat"
..
kemudian malaikat tersebut meninggalkan si tukang kayu tersebut yang bercucuran keringat karena rasa takut. beberapa waktu kemudian, malaikat datang lagi, dan lagi lagi yang didatangi adalah si tukang kayu tersebut
malaikat :” dari mana kau dapat kayu yang kau tebang?”
t. kayu :” dari hutan malaikat”
malaikat : “ itu kayu milik siapa?”
t. kayu :”mana ku tau malaikat, kayu – kayu itu tumbuh begitu saja di tengah hutan, karena ga ada yang punya, ya aku tebang saja dan dijual kepasar”
Malaikat mengakhiri pertanyaan, lalu meninggalkan pemuda tersebut. Beberapa waktu kemudian, malaikat tersebut datang lagi dan menemui pemuda tukan kayu tersebut :
Malaikat :”apa yang kamu lakukan dengan kayu yang telah kau tebang itu?”
T. kayu : “ saya jadikan kayu bakar lalu saya jual”
Malaikat :” apakah kau telah mengikat kayu bakarmu dengan ikatan yang sama tanpa mengurangi sedikitpun ukuran dan jumlahnya?”
t. kayu :” ya ampun, mana ku tau malaikat, ga mungkin lah aku bisa membuat ikatannya persis sama 100 %”
malaikat :” lalu uang hasil jual kayu bakar kau gunakan untuk apa?”
t. kayu : “ saya gunakan untuk memberi makan anak istri saya malaikat”
malaikat tersebut meninggalkan pemuda tukang kayu tersebut. Pada hari ke 39 si tukang kayu merasa sangat tertekan, karena pertanyaan seputar kapak belum juga selesai,dia bergumam dalam hati “ ini baru urasan kapak, sudah hampir 40 hari belum ada tanda tanda akan selesai pertanyaan seputar kapak, trus bagaimana dengan tangan, kaki, harta dan seterusnya”. Akhirnya, si puda tukang kayu tersebut memutuskan untuk kabur dari dalam kubur sebelum malaikat datang lagi dengan pertanyaan masih seputar kapak.
Di luar kuburan sudah ramai orang menanti ingin menyaksikan pemuda tukang kayu menjadi seorang yang kaya raya secara mendadak. Tapi penduduk setempat merasa heran dengan pemuda tersebut, mengapa dia meninggalkan kuburan padahal Cuma tinggal sehari saja di dalam kubur setelah itu dia akan jadi orang kaya raya. Salah seorang diantara mereka menanyai pemuda si tKan kayu tersebut:
Warga:” lho bukannya tinggal sehari lagi, mengapa kau tidak sabar menunggunya, bukankah kau akan jadi orang kaya raya?”
.
t. kayu :” saya ga mau, ternyata di alam kubur urusan KAPAK saja panjangnya minta ampun, apalagi urusan harta dan sebagainya. Saya lebih baik hidup apa adanya daripada dibuat pusing dengan banyaknya pertanyaan yang harus saya jawab”. Ujar pemuda tersebut
ahirnya warga mulai menyadarai bahwa harta dunia, dan apa saja yang ada pada diri kita akan dimintai pertanggungjawannya di akhirat kelas, dan tak satupun yang terlewatan.
.............
Hikmah:
Pergunakanlah apa yang kita miliki saat ini untuk mendekatkan kita pada Allah, baik itu harta, jabatan, anggota badan, usia dsb.

Komentar
Posting Komentar